Rabu, 18 Oktober 2017

CHAPTER I

BUDE KASIH Ibu Penyayang.

Bude love is a middle-aged woman who has 3 children, the youngest child lost at the age of 5 years because he was negligent in guarding it. His daily work became a cleaneron an existing campus tasseled. The name of the campus is a University of lancang kuning. He works in the faculty of teaching and education (fkip). Work done every thing, among others, sweeping the classroom, faculty room, keep the garbage, sweep the yard, mop the floor and so forth. But he does not feel tiredwith all the work he does because the job becomes a sustenance that should be grateful. The work that he did was really make a person feel the mother if he saw it, but also people who want or need pity. In fact, he is very strong and steadfast in doing everything.
Disuatu pagi yang cerah, seperti biasa Bude kasih melakukan pekerjaan sehari-harinya di Fkip Unilak. Setiap pagi sekitar jam 06.30 ia sudah sampai di kampus dan sudah memegang sapu,kain pel,dan sebagainya yang menyangkut dengan pekerjaan bersih-bersih. Dikampus tepatnya dibawah pohon ia juga tidak lupa menyapa seorang gadis cantik yang bernama Ghysell yang setiap hari nya  juga selalu datang cepat kekampus sehingga si gadis tersebut pun tidak lupa menyapa Bude kasih. Sehingga bisa dikatakan Bude kasih dan ghysell sudah memiliki keterkaitan atau keakraban yang terjalin begitu dekat.
“selamat pagi Bude” sapa ghysell pagi itu tat kalah Bude kasih sudah terlihat sangat lelah dengan pekerjaannya.
 “ ia selamat pagi juga nak, bagaimana denganmu apakah sudah sarapan pagi ini?” tanya Bude kasih. Ghysell menjawab dengan wajah yang lesu” belum Bude”.
“loh kok belum?” tanya Bude kasih.
“ya habis nya aku telat bangun Bude” jawab ghysell
“hari gini anak gadis telat bangun,capek dehh” jawab Bude dengan nada yang sedikit menyindir.
 Karna selama ini Bude kasih sudah  banyak memberikan nasihat kepada ghysell supaya menjadi orang yang tidak malas melainkan menjadi orang yang semangat dan punya pendirian yang teguh. Tetapi pagi itu Bude kasih kembali mengingatkan kepada ghysell supaya tidak telat bangun lagi. Maklum ghysell adalah seorang anak perantau yang berasal dari bagan batu yang katanya seorang putri tunggal dari keluarga kaya sehingga dalam kehidupannya pun ia sangat boros dalam mempergunakan uangnya. Karna disaat kekurangan uang ia hanya akan tinggal meminta saja pada orang tuanya. Namun disisi lain dia juga adalah sesosok gadis yang baik hati dan suka menolong sesama, khususnya untuk menolong Bude kasih. Ia sudah mengganggap Bude kasih sebagai orang tuanya sendiri. Sehingga apa bila ada masalah yang ia hadapi ia tidak lupa untuk selalu curhat kepada Bude kasih, sembari menangis dan meminta pendapat dari Bude kasih. Bude kasih pun demikian, Bude kasih sudah menanggap ghysell seperti anaknya sendiri karena bagi Bude kasih ghysell adalah seseorang gadis yang butuh kasih sayang dari orang tua.
            Kedekatan antara mereka sudah sangat tidak diragukan lagi. Sehingga orang-orang dikampus pun merasa heran dengan kedekatan mereka. Teman-teman ghysell beranggapan kalau ghysell ada hubungan keluarga dengan bude kasih. Tetapi berahli dari itu semua teman-teman ghysell sangat tidak suka kalau ghysell dekat dengan bude kasih. Lina,sri,dan aty adalah sahabat akrab dari ghysell. Selain sahabat, ghysell sudah menaganggap mereka bertiga seperti saudara kandungnya sendiri.
 Disaat bude kasih dan ghysell tengah asyik bercakap-cakap, tak lama kemudian datanglah lina, sri, dan aty menghampiri ghysell dengan sangat terkejut tiba tiba sri menarik tangan ghysell dengan begitu cepatnya, sehingga percakapan yang begitu hangat antara Bude kasih dengan ghysell seketika manjadi putus dikarena kan sri menarik tangan ghysell sambil memarahinya.
 “ ghysell, ngapain kamu dekat-dekat sama pembersih ini?!!” tanya sri dengan nada yang tinggi dan tatapan yang tajam.
“apa-apa an sih kamu sri? Aneh banget “ tanya ghysell dengan nada yang heran, karena memang dirinya tidak tahu bahwasanya sri dan teman-temannya tidak suka  kedekatan ghysell dengan bude kasih.
“ apa-apa an kamu bilang?! Kamu tu yang apa-apa an dekat dekat terus sama pembersih ini, heran banget deh?!” jawab sri dengan rasa kesalnya.
“aku tuh cuman ngobrol-ngobrol doang kok sama Bude kasih, karena aku tadi kecepatan datang, jadi gak ada teman ngobrol mangkanya Bude kasih temanin aku buat ngobrol sebentar disini” jawab ghysell
 “yah ampun harus banget gitu yah Bude kasih?! Gak ada yang lain? Lagian bude kasih tu tugasnya buat bersih-bersih kampus bukan buat ngobrol sama mahasiswa/i yang ada disini. Ingat tugas donk...!!!” jawab sri sambil melotot dan mendekatkan wajahnya ke hadapan Bude kasih.
 Seketika Bude kasih merasa sedih dengan perlakuan sri terhadapnya. Memang Bude kasih juga sudah tahu bahwasanya  sri dan teman-teman ghysell  sangat tak suka ada kedekatan antara ghysell dengannya namun ia masih tetap dekat dengan ghysell karena ghysell juga tidak mau menjauh darinya.
“ngapain masih disini?! Sana lanjutin pekerjaannya, masih banyak sampah tuh dihalaman bersiin sana!! Dasar makan gaji buta loh!” perintah sri dengan nada yang begitu marah.
 Tak lama kemudian Bude kasih langsung beranjak pergi dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
“ apa-apa an sih kamu sri? Ngomongnya kasar banget deh kan kasian Bude kasih, lagian aku kok yang suruh Bude buat duduk disini, seharusnya kamu marahin aku dong bukan marahin bude” jawab ghysell dengan kesalnya sambil melepaskan tangan yang sejak tadi sudah dipegang oleh sri.
 Lina mencoba mendekati ghysell dan berkata”yasudah jangan kesal gitu dong ghys, lagian apa yang dilakukan sri tadi itu karena dia tu sayang sama kamu dia gak mau kalau kamu tu di peralat sama orang yang gak jelas itu aja kok,jangan kesal gitu donk ..ayo mana senyumnya” sambil mencoba mennghibur ghysell.
“diperalat gimana sih maksud kamu lin,aku gak ngerti?”tanya ghysell.
 Aty pun mencoba mendekati ghysell sambil berkata”kamu tuh cuman diperalat aja sama Bude kasih, karena dia tau kamu punya banyak uang mangkanya dia dekatin kamu,ya kan guys”bertanya sambil melihat teman-temannya yang lain.
“ yah ampun kalian tuh salah Bude kasih tu gak seperti yang kalian fikirkan, Bude kasih tu baik tau dia tu selalu ada buat aku, selalu dengarin curhat aku, selalu kasih saran yang baik buat aku dan selalu kasih masukan juga. Kalian tuh kok bisa sih berfikir kayak gitu? Aneh banget” tanya ghysell.
“aduh uda deh berhenti ngebahas tentang Bude kasih,aku tuh bosan banget kalo ngomongin tentang dia,capek tau gak?”jawab sri dengan jengkelnya.
            Jam sudah menunjukan pukul 08:00 kurang 15 menit, kampus pun sudah mulai ramai dan mahasiswa/i sudah banyak yang berdatangan untuk melakukan proses kuliah. Tidak  lama kemudian kelas 3 b (bahasa inggris) pun masuk kedalam kelas untuk melakukan proses pembelajaran, mata kuliah pertama ialah belajar dan pembelajaran yang akan diajarkan oleh Ibu Destina Kasryati M.pd,. Dan dilanjutkan dengan mata kuliah Introduction To Literature yang diajarkan oleh Bapak Budianto Hamuddin M.ESL. Tepat pukul 11.40 proses pembelajaran pun selesai,tidak lama kemudian ghysell keluar untuk mencari Bude Kasih niatnya ingin meminta maaf atas kejadian pagi tadi yang membuat Bude Kasih merasa sedih. Ghysell tidak tega melihat Bude Kasih yang baik hati itu dimarahi oleh teman-temannya. Tetapi ghysell sama sekali tidak menemukan Bude Kasih ia sudah mencari ketempat-tempat yang biasa Bude Kasih sering bersihkan yaitu toilet,ruang lab,tu,dan semua lokal sudah ia cari namun sama sekali tidak terlihat sedikit pun jejak Bude Kasih.
“apakah Bude sudah pulang?” tanya nya dalam hati.
Tidak lama kemudian sri,lina,dan aty datang menemuinya. “kamu darimana aja sih ghys? Kami tu dari tadi cariin kamu loh?” tanya lina
”aku nyariin Bude Kasih guys” jawab ghysel. “ihh Bude Kasih lagi” jawab sri dengan kesalnya.
” Ini uda jam berapa ghys kamu lihat donk ini tu uda jam 12 so pasti Bude kasih uda pulang kan?”saut aty.
“yah ampun aku lupa guys”jawab ghysell
“kamu sih mikirin Bude kasih terus,aneh banget kamu tuh” jawab lina.
“yaudah deh mendingan kita makan aja yok,aku lapar ni.”ajak sri sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan itu”
“makan dimana?”tanya aty
 “ dimana aja deh” jawab sri.
“ ayok lah kalo gitu” ajak lina.
Akhirnya mereka pun pergi kekantin kampus untuk makan. Mereka pun memesan makanan yang mereka inginkan. Tidak lama kemudian tiba-tiba saja pandangan ghysell berahli kekantin sebelah dimana ada Bude Kasih yang duduk sambil makan disana. Ghysell langsung beranjak dan menghampiri Bude Kasih. Bude Kasih menyambut Ghysell sambil tersenyum sambil sesekali melihat kesebelah kanan dimana teman-teman ghysell duduk disana.
“kamu sudah makan nak?’tanya Bude Kasih
 “belum Bude” jawab ghysell
 “loh kok belum makan?” tanya Bude Kasih.
 “lagi dipesan kok Bude”jawab ghysell dengan senyuman manisnya.
entah kenapa ghysell begitu menyayangi Bude Kasih  baginya Bude Kasih adalah sosok ibu yang penuh kasih sayang dan ghysell pun sangat nyaman berada didekat Bude Kasih. Tak lama  Dari kejauhan terdengar suara yang memanggil”ghys,ayo makan sini pesanannya uda datang ni” ajak sri.
 “iyah sri” jawab ghysell”
“Bude aku ambil makanannya dulu yah,ntar aku datang lagi” kata ghysell sambil beranjak menuju meja teman-temannya untuk mengambil pesanan makannya yang sudah tersedia di meja makan teman-temannya.
” Guys makan bareng Bude Kasih yok”ajak ghysell.
 “ apa-apa an sih ghys,kita tu mesan dikantin ini seharusnya makan disini donk”jawab sri “ oke kalau gitu aku ajak Bude Kasih makan bareng kita yah,boleh kan?” tanya ghysell
 “ ihh apa-apaan sih kamu ghys, bisa-bisa aku hilang nafsu makan tau gak”bantah sri dengan suara agak meninggi.
Karena lina tidak tahan dengan suara sri yang semakin keras akhirnya lina dan aty menyetujui untuk makan bersama dengan Bude Kasih.
 “yasudah kamu ajak aja Bude Kasih kesini ghys,biar kita makan bareng”perintah lina.
“ oke tunggu sebentar yah guys aku panggil Bude Kasih dulu”jawab ghysell sambil beranjak menuju meja tempat Bude Kasih makan.
“apa-apan sih lin,kamu juga uda mulai sama kayak ghysell yah?!” tanya sri.
 “aku tu cuman gak mau kita jadi bahan perhatian orang dikantin ini soalnya dari tadi suara kamu keras banget, yang ada kita jadi pusat perhatian orang tau gak?”jawab lina.
“iya bener tu sri,kali ini kita turutin aja deh apa kemauan ghysell, ktimbang kita malu dikantin ni”jawab aty menambahi.
 “hemm iyah deh.” Jawab sri dengan nada pasrah.
 Tidak lama kemudian datanglah ghysell dan Bude Kasih. “hay guys” sapa ghysell dengan senyum manis nya.
“silahkan duduk Bude”suruh lina dengan senyum nya yang terpaksa. Begitu juga dengan sri dan aty yang tampaknya sangat terpaksa untuk tersenyum dikala itu.
“ iyah nak terima kasih”jawab Bude Kasih.
Tak lama kemudian mereka selesai makan dan Bude Kasih pun pamit untuk pulang kerumah,karena masih banyak pekerjaan juga yang harus ia kerjakan dirumah.
“trus kita kemana nih sekarang?”tanya lina.
 “ngerjain tugas yok”ajak Ghysell.
 “ngerjain nya dimana?”tanya aty.
 “gimana kalau dikos kamu sri?”tanya lina.
 “haa dikos aku?”jawab sri dengan wajah keheranan.
“kenapa emang sri?kita belum pernah loh ngerjain tugas di kos kamu”jawab Ghysell menambahi.
 “iyah sri”jawab aty dan lina.
“kita tu pengen tau aja letak kos kamu tu dimana”kata aty .
 “ohh yasudah lah kalau gitu, kita ngerjain tugasnya dikos aku aja”jawab sri.
Akhirnya mereka pun bergegas menuju kos sri untuk mengerjakan tugas. Sesampainya disana mereka masuk kedalam kamar yang dihuni oleh sri. mereka heran kenapa selama ini sri tidak pernah mau jika mengerjakan tugas dikos nya saja padahal dari jarak kos sri dengan kampus begitu dekat dibandingkan kos dari ghysell,aty,dan lina. Tetapi sri selalu menolak jika mengerjakan tugas  dikosnya padahal kosnya sangat bangus,bersih dan juga rapi.
Didalam kamar sri ada banyak sekali buku: baik itu buku-buku sejarah,novel,buku harian tulisannya dan buku-buku ilmu pengetahuan lainnya..yah memang selain pemarah sri juga dikenal dengan sosok yang rajin dan gemar membaca jadi tak heran jika ia memiliki ilmu yang lebih dari teman-temannya. Ghysell senang dengan buku-buku koleksi sri sehingga dengan teliti ia memilah-milih dan akhirnya ia menemukan satu buku yang berjudul “My Secret” dan tepat sekali buku itu adalah buku harian sri yang sudah lama sekali ia tulis. Lembar demi lembar ghysel membuka buku tersebut hingga pada lembar yang terakhir ia membaca,dan tanpa sadar ia meneteskan air mata dan menangis dengan terseduh-seduh. Karena didalam lembar tersebut ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan oleh sri dari mereka semua.
“kamu kenapa Ghys? Kok nangis?” tanya lina
Sri langsung berlari menghampiri Ghysell sambil merebut buku yang dipegang oleh ghysell sambil berkata”kamu apa-apa an sih ghys? Ini tu buku rahasia aku tau gak? Seenaknya aja kamu buka-bukain”
“kamu tu kenapa sih sri? masak baca buku doang kamu langsung marah? Heran banget deh kamu juga ghys kok nangis sih?”tanya aty
Ghysell bertanya dengan suara yang lantang dan keras karena ia tidak suka dengan kebohongan yang selama ini sri sembunyikan dari mereka tentang jati diri sri yang sebenarnya. “kenapa kamu bohong sih sri haa??! Kenapa kamu harus sembunyi kan jati diri kamu yang sebenarnya? Kenapa??’ tanya ghysell sambil menangis.
Lina dan aty heran dengan ucapan ghysell karena mereka sama sekali tak paham maksud dari perkataan ghysell.
“ini tuh sebenarnya ada apa sih?kok jadi begini? Kenapa sih ghys?kenapa? cerita dong” tanya lina.
“iyah ghys,apa maksudnya sih aku juga gak ngerti deh” tanya aty.
Seketika kamar itu terasa begitu hening dan senyap. Sepertinya sri sangat susah untuk membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan dari ketiga sahabatnya itu. Namun baginya tidak ada guna nya untuk menutupi itu semua lagi, nasi sudah menjadi bubur dan sekarang tidak ada gunanya ia menyembunyikannya lagi toh sahabat sahabatnya juga sudah pada tahu, khususnya Ghysell yang sudah membaca semua dari isi buku harian sri. tak lama kemudian sri pun menjawab pertanyaan dari sahabat-sahabatnya itu sambil menangis..
“guys aku minta maaf yah kalau selama ini aku sudah bohongin kalian, aku ngerasa aku gak pantes lagi jadi sahabat kalian guys karena kalau aku bongkar kebohongan ku ini kalian pasti gak akan mau lagi kan sahabatan sama aku?” tanya sri dengan suara yang memelas.
“kamu tuh ngomong apa sih sri? kamu tuh gak pantes tau gak ngomong kayak gitu. Yang kita minta tu kejujuran kamu aja kok, bukan berarti dengan kamu berbohong kayak gini kamu tu bisa lari dari kenyataan justru ini tu bisa jadi boomerang buat kamu” jawab ghysell
“aduh ini ada apa sih, kebohongan apa sih maksudnya aku gak ngerti deh” tanya lina dengan wajah yang keheranan
“iyah sama aku juga gak ngerti” jawab aty menambahi.
“gini deh yang kita minta tuh masalah ini selesai sekarang juga, aku tu gak mau masalah ini sampai berkepanjangan lagi. Kalau emang ada yang kurang, langsung dijelasin aja deh sekarang. Apa sih masalahnya sri cerita dong? Kita ini kan sahabat kamu, kita tuh bakalan ada disaat kamu butuh kita. Ini kan uda jadi prinsip kita dalam susah mau pun senang kita selalu bareng bareng,, iyah kan??? Jadi apa yang harus ditutupin lagi? Diomongin aja deh sekarang” jawab lina sambil menatap penuh pengharapan kearah sri.
“iyah sri kita ini uda sahabatan lama loh, jadi apa yang harus diumpetin lagi? Jujur aja deh yah.” Jawab aty menambahi
Sambil meneteskan air mata sri pun menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh ketiga sahabatnya itu” guys sebenarnya Bude Kasih itu ibu kandung aku” jawab sri dengan mata yang berkaca-kaca.
Seketika lina dan aty tersentak dan sangat terkejut dengan ucapan yang dilontarkan oleh sahabatnya.
“haaaa!! Bude kasih  itu ibu kandung kamu?! Aduh jangan becanda deh sri” saut aty dengan wajah yang sangat keheranan.
“ aku gak becanda kok ty,itu emang kenyataan” jawab sri.
“trus kamu kok kasar banget sama Bude kasih sri padahal dia itu adalah ibu kandung kamu” tanya lina sambil menangis dengan wajah keheranan dirinya merasa kalau sri sudah sangat durhaka sekali.
“itu juga adalah salah satu dari trik aku untuk menghilangkan jejak kalau aku adalah anaknya” jawab sri
“yah ampun sri, gak gitu juga kali kamu tuh salah besar kalau kamu sampai berfikiran kayak gitu”jawab aty
“gimana guys, aku uda pasrah kalau seandainya kalian gak mau sahabatan lagi sama aku karena aku juga emang gak pantas kok ditemenin, aku hanyalah seorang pembohong, dan anak yang durhaka kan??” tanya sri
Seketika ghysell menghampiri sri sambil memeluknya, ghysell memeluk sri dengan sangat erat dia sangat menyayangi sahabatnya itu.
“sri,kita tuh sayang banget sama kamu, mana mungkin dengan kebohongan kamu yang kayak gini kita tuh jadi benci sama kamu. Enggak sama sekali. justru aku tuh salut banget sama kamu, kamu uda mau jujur tentang jati diri kamu yang sebenarnya” jawab ghyssell dengan senyum manisnya.
Lina dan aty pun menghampiri ghysell dan sri mereka ber empat pun berpelukan dengan penuh air mata, memang keempat sahabat ini bukanlah sosok orang-orang yang patut untuk diremehkan melainkan mereka terkenal dengan kecerdasan dan kecantikan mereka masing.
            Ghysell dan lina selalu menjadi sorotan para pria, sementara aty dan sri terkenal dengan kecerdasan yang patut untuk diacungkan jempol. Sehingga mereka pun sangat terkenal dengan pribadi mereka masing-masing.
Tak lama kemudian pelukan mereka lepas dikarenakan dari luar ada yang memanggil.
“srii ...oh srii “ panggil ibu kos
“iyah bu” jawab sri sambil membukakan pintu
“nih ibu ada gorengan masih panas, dimakan yah” saut ibu kos sambil menyodorkan sepiring gorengan yang kelihatannya sangat lezat
“aduh bu gak usah repot-repot” sambil menerima sepiring gorengan
“bukan repot sri, karena kebetulan aja tadi ibu kepasar ibu lihat banyak gorengan yang enak-enak yah ibu beliin aja banyak, nah kebetulan juga tadi ibu lihat kamu bawa temen-temen kesini yah ibu kasih deh ke kamu. Dimakan yah kasih ke temen-temennya” jawab ibu kos
“yasudah makasih banyak kalau gitu yah bu” kata sri
“iya sama-sama” jawab ibu kos
Tak lama sri balik ke dalam kamarnya dan meyerahkan sepiring gorengan kepada ketiga sahabatnya itu.
“kelihatannya enak ni” kata aty sambil mengambil gorengan yang dibawa oleh sri
“dari mana sri” tanya ghysell
“dari ibu kos” jawab sri sambil meletakan diatas meja
Mereka pun menyantap gorengan tersebut dengan lahapnya.
“trus gimana sri? apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Dengan semua yang terjadi tadi” tanya ghysell sambil memakan gorengan yang memang tersisa sedikit lagi
“aku bakalan kasih tau semuanya ke Ibu kasih, kalau aku tuh anak kandungnya yang hilang 15 tahun yang lalu” jawab sri
“emang Bude kasih gak tau kalau kamu tuh anaknya” tanya lina
“Ibu kasih tu gak tau kalau aku anaknya, karena disaat aku hilang diusia 5 tahun dia berfikir aku uda gak ada lagi.”jawab sri
“trus kamu diasuh sama siapa waktu itu?” tanya aty
“aku diasuh sama papa mama yang uda ngangkat aku jadi anaknya, tapi kasih sayang papa mama  cuman sebentar buat aku,papa mama uda pergi ninggalin aku karena kecelakaan pesawat 2 tahun yang lewat dan harta warisan papa mama semua buat aku. Aku tuh sengaja bilang kekalian kalau orang tua aku diluar negri supaya kalian gak curiga sama aku, tapi ternyata aku salah.” Jawab sri
“nah kamu kan uda hidup seorang diri dari 2 tahun yang lewat kenapa kamu gak balik aja lagi ke Bude kasih?” tanya ghysell
“ awalnya aku tuh pengen balik ke Ibu kasih,tapi aku malu aku gak mau kalau kalian sampai tahu aku anaknya Ibu kasih, kalau kalian tahu aku anaknya ibu kasih pasti kalian gak bakalan mau kan sahabatan sama aku .kan gak mungkin orang-orang kayak kalian mau berteman sama anak seorang pembersih kampus” jawab sri
“trus gimana sama aku, aku tuh sayang banget sama Bude kasih  aku tu udah anggap Bude kasih tu kayak ibu kandung aku sendiri tau gak,tapi justru malah kamu yang mencoba ngejauhin aku dari Bude kasih,iya kan?” tanya ghysell
“iyah karena aku gak mau aja kamu sampai tahu aku anak kandungnya” jawab sri
“asal kamu tahu yah sri,Bude kasih tu sering banget tahu gak ceritain tentang kamu dia tu kangen banget sama kamu dia tu pengen banget ketemu sama kamu” kata ghysell
“iyah ghys aku merasa bersalah jadinya” jawab sri
“yasudah ketimbang kita sedih-sedihan terus mendingan kita langsung kerumah Bude dan jelasin semuanya, gimana setuju gak?” tanya aty meminta kepastian
“yah setuju” jawab lina, ghysell, dan sri secara serentak.
            Mereka pun bergegas menuju rumah Bude kasih, tak lama kemudian sampailah mereka dirumah Bude Kasih .
“permisi...” saut sri sambil mengetok pintu rumah Bude kasih
“Bude...Bude...” panggil ghysell dan teman-temannya.
Tak lama kemudian pintu pun dibuka oleh Bude kasih, Bude kasih pun sangat terkejut karena dengan spontan sri memeluknya dengan sangat erat sambil menangis tersedu-sedu.
“ini ada apa yah,sri kenapa kamu menangis ? dan kenapa kamu tiba-tiba peluk Bude” tanya Bude kasih dengan penuh keheranan.
“kamu tuh bukan Bude ku lagi,kamu tuh sekrang uda jadi ibu ku.aku tuh ibu kandung kamu bu yang hilang saat berusia 5 tahun” jawab sri sambil menangis
“apa kamu anakku yang hilang itu?” tanya Bude kasih dengan sangat terkejut.
“iyah bu iyahh...” jawab sri sambil menangis.
Bude kasih menangis dengan sangat tat kala putri bungsu nya yang ia kira sudah tiada,ternyata selama ini ada dekat bersamanya. Dan akhirnya sri lebih memilih tinggal bersama Bude kasih dirumah Bude kasih yang sangat sederhana itu. Rasa malu kini sudah tidak ada lagi malahan sri sangat sering ikut membantu pekerjaan Bude Kasih dikampus ia tak malu karena baginya ia sangat beruntung memiliki ibu yang sangat baik dan penyayang seperti Bude Kasih...

Pesan moral ; JANGAN MALU DENGAN KEADAAN KITA,APAPUN KEADAAN KITA, BAGAIMANAPUN BURUKNYA KITA,ATAU LATAR BELAKANG KELUARGA KITA. KITA HARUS SELALU MENYSKURINYA KARENA SEMUA APA YANG KITA MILIKI BERASAL DARI TUHAN YANG SUDAH SEPATUTNYA UNTUK KITA NIKMATI DAN SYUKURI...
SALAM   BY: ROSMA ULI ^-^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LET'S GO CHECK MY JOURNAL OF METHAPORE

***DOWNLO AD HERE***